Belajar, Merasakan Manis Bubuk Kopi

Nabi Musa berlari selepas gembala.
Beliau mengikuti jejak bingung, di satu tempat yang bergerak lurus, terdapat seperti istana
di papan catur. Kemudian sisinya, seperti seorang Uskup.

Kini melonjak, pada puncaknya gelombang.
Sekarang tergelincir ke bawah seperti ikan, dengan sentiasa kakinya membuat jejak simbol dalam pasir,merekam negeri pengembaraan beliau.

Nabi Musa akhirnya terperangkap dengan dia. Aku telah salah. Rabb telah menyatakan kepadaku bahwa tidak ada peraturan untuk ibadah.

Katakan apa dan bagaimana cintamu bercerita.
Hujatan manismu adalah ketaatan yang sebenarnya.

Melalui kau dunia dan keseluruhannya dibebaskan.

Longgarkan bagian lidahmu dan jangan bimbang apa yang keluar.
Ia adalah cahaya Jiwa.

Coleman Barks

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: