Belajar, Merasakan Manis Bubuk Kopi

Ada sebuah pulau kecil yang hijau
di mana ada satu sapi putih tinggal sendirian, di padang rumput dari sebuah pulau.

Sapi itu merumput sampai larut malam,
Kenyang penuh lemak,
tetapi pada malam hari ia panik dan menipis sehelai rambut.

Apa yang harus aku makan besok?
Tidak ada yang tersisa.
Menjelang fajar, rumput telah tumbuh lagi, setinggi pinggang.

Ia mulai makan lagi sampai gelap, rumput dilahapnya sampai pendek.
penuh kekuatan dan energi, tapi ia panik saat gelap, seperti sebelumnya dan tumbuh menipis seperti semalam.
Ia melakukannya berulang-ulang,
dan keseharian ini yang ia lakukan.

Ia tidak pernah berpikir, padang rumput ini tak pernah gagal untuk tumbuh kembali.

Mengapa aku harus takut setiap malam, bahwa padang rumput itu tak akan habis.

Sapi disini adalah tubuh jiwa. Bidang pulau adalah dunia ini; dimana yang tumbuh kurus dengan rasa takut, dan lemak dengan keberkahan, kurus dan penuh lemak.

Sapi putih, jangan membuat diri sengsara dengan apa yang akan datang, atau tidak datang.

Coleman Barks

Comments on: "Sebuah Pulau Kecil Yang Hijau | Syair Puisi Jalaluddin Rumi" (1)

  1. Sangat mendalam… Kita selalu saja risau rezki itu akan habis, padahal bukan tugas kita untuk menentukan rezki. Ianya sudah tertulis, dan banyak perkara lain yang lebih perlu untuk dirisaukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: