Belajar, Merasakan Manis Bubuk Kopi

Archive for Desember, 2014

Seorang Penyair Tua Terbangun | Syair Puisi Jalaluddin Rumi

Hati orang tua itu terbangun, tidak lagi cinta dengan treble maupun bass,
tanpa menangis atau tertawa.

Dalam kebingungan sejatinya-jiwa
ia pergi melampaui pencari manapun,
di luar kata-kata dan perkataan, tenggelam dalam keindahan,
tenggelam di luar pembebasan.

Gelombang menutupi orang tua itu.

Tidak ada lagi yang bisa dikatakan tentang dia.

Ia telah terguncang keluar dari jubahnya,
dan tidak ada lagi di dalamnya.

Ada pemburuan di mana elang menyelam ke hutan dan tidak datang kembali.

Setiap saat, sinar matahari benar-benar kosong dan benar-benar penuh.

Coleman Barks

Iklan

Menangislah | Syair Puisi Jalaluddin Rumi

Menangislah dengan suara yang keras dan menangis adalah sumber kekuatan yang besar.

Seorang ibu, semua yang Ia lakukan adalah menunggu untuk mendengar anaknya menangis.

Hanya sedikit rengekan awal dan Ia ada di sana.

Menangislah,
jangan menjadi pendiam dan senyap
dengan rasa sakitmu.

Merataplah,
dan biarkan susu kasih sayang mengalir ke dalam dirimu.

Hujan deras dan angin,
cara awan mengurus kita.

Coleman Barks

Momen Paling Mengesankan | Syair Puisi Jalaluddin Rumi

image

www2.fiskars.com

Momen paling mengesankan dalam hidup datang
ketika orang-orang saling mencintai
bertemu mata masing-masing
dan di dalam apa yang mengalir di antara mereka kemudian.

Untuk melihat wajahmu dalam kerumunan orang lain, atau sendirian di jalan menakutkan, Aku menangis untuk itu.

Air mata kita menjernihkan bumi.
Saat Engkau memarahi, berucap terima kasih, dan tertawa kepadaku,
selalu kualitas-Mu menjernihkan jiwa.

Melihat-Mu seperti anggur
yang tak menyesatkan atau mati rasa.

Kita duduk di dalam bayangan pohon cypress
di mana keheranan dan pikiran yang jernih
membelitkan pertumbuhan   lambat mereka, ke kita.

Coleman Barks

Apa Yang Dikatakan Mawar | Syair Puisi Jalaluddin Rumi

Apa yang dikatakan mawar, cara bagaimana mekar, dikatakan di sini, di dadaku. Apa diberitahukan cemara, sehingga membuatnya kuat dan lurus, juga apa yang dibisikkan melati, jadi ia adalah apa itu adanya. apa pun yang membuat tebu manis, juga apa pun yang dikatakan penduduk dari kota Chigil di Turkestan yang membuat mereka begitu tampan, apapun yang memungkinkan bunga delima memerah seperti wajah manusia, yang sedang berkata kepadaku sekarang. Aku malu. Apapun yang menempatkan kefasihan dalam bahasa, yang sedang terjadi di sini. Pintu gudang besar terbuka, dan Aku isi dengan rasa syukur, mengunyah potongan tebu, Di dalam cinta dengan yang Satu kepada semua yang dimiliki.

Coleman Barks

Tanggapan Dari Pertanyaan | Syair Puisi Jalaluddin Rumi

image

Mengapa bertanya tentang tingkah laku
Ketika Kau adalah esensi-jiwa,
Dan sebuah jalan untuk melihat HadiratNya,
Ditambah lagi Kau bersama kami.
Bagaimana Kau bisa khawatir?

Kau mungkin juga membebaskan beberapa perkataanmu dari kosakata
mengapa dan bagaimana bisa tidak mungkin.
Buka sarang-mulut dan biarkan mereka terbang jauh.

Kami semua dilahirkan oleh kemalangan,
tetapi kafilah ini masih mengembara dan akan membuat kemah dalam kesempurnaan.

Lupakan kategori omong kosong!
disana dan disini.
Ras dan bangsa dan agama.
Mulai melangkah ke inti dan tujuan.

Kau adalah jiwa dan cinta,
bukan bidadari, malaikat atau manusia.
Kau adalah seorang pria baik-wanita baik.

Tidak ada lagi pertanyaan sekarang
untuk apa yang kita lakukan di sini.

Coleman Barks

Pertanyaan | Syair Puisi Jalaluddin Rumi

image

Berkata seorang darwis kepada yang lain, Apa visimu di dalam hadiratNya?
Aku belum melihat apa-apa, tapi demi percakapan ini, akan ku ceritakan sebuah kisah.

Kehadiran ada di depanku. Kebakaran di sebelah kiri,
aliran indah di sebelah kanan. Satu kelompok berjalan menuju api, ke dalam api.
Lainnya menuju air yang mengalir manis.

Tidak ada yang tahu, siapa yang diberkati dan yang tidak.
Siapapun yang berjalan ke dalam api muncul tiba-tiba di sungai. Sebuah kepala menuju ke bawah air dan disengat-keluar oleh api.

Kebanyakan orang takut, masuk ke dalam api dan berakhir di dalamnya.
Mereka yang mencintai air kesenangan dan membuat pengabdian mereka ditipu dengan pembalikan ini.
Tertipu dan berjalan lebih sesat.

Suara api mengatakan kebenaran, Aku bukanlah api.
Aku ialah sumber kemurnian.

Datanglah kepadaku dan jangan takut percikan api.
Jika Kau adalah seorang teman kehadiran,
api adalah air mu.

Coleman Barks

Jalan Yang Bergerak Sebagai Perpindahanmu | Syair Puisi Jalaluddin Rumi

image

Ketika Kau mulai berjalan, jalan muncul.
Ketika Kau berhenti menjadi ada, realitas makhluk datang.

Ini tentang bagaimana Kau lolos melalui rumah ketidakberadaan-ruangmu.

Pikirkan bagaimana Kau datang ke dunia ini.
Bisakah menjelaskan bagaimana hal itu?
Tak Bisa!
Dengan cara yang sama, bahwa Kau datang seperti cara Kau akan pergi.

Kau berjalan melihat pemandangan dalam mimpi.
Bagaimana kau sampai di sana?
Tutup mata lalu menyerahlah, dan temukan diri di kota Rabb.

Tapi kau masih mencari kekaguman.
Kau suka bagaimana penggemarmu melihatmu.
Kau suka duduk di kepala Jamaah.
Kau menutup mata dan melihat orang-orang bertepuk tangan, sungguh seperti burung hantu menutup mata dan melihat hutan.

Kau tinggal di kekaguman dunia, tapi apa yang kau tawarkan kepada penggemarmu?
Jika Kau memiliki semangat benar untuk memberi hadiah,
Tentu Kau tidak akan memikirkan seorang penggemar.

Coleman Barks