Belajar, Merasakan Manis Bubuk Kopi

Tahun lalu aku mengagumi anggur.
Tahun ini aku berkelana di dalam dunia merah.
Tahun lalu aku menatap api.
Tahun ini aku bakar kebab.

Dahaga mendorongku ke air,
di mana aku meminum refleksi bulan. Sekarang aku adalah singa yang menatap-penuh kehilangan cinta.

Jangan bertanya tentang kerinduan.
Lihat di wajahku.

Jiwa-mabuk, tubuh-hancur, keduanya duduk tak berdaya di sebuah gerobak rusak.
Tak tahu bagaimana memperbaikinya.

Dan hatiku, akan mengatakan itu lebih seperti keledai tenggelam dalam kubangan yang,
Berusaha keras dan miring lebih dalam. 

Tapi dengarkan aku.
Untuk suatu saat berhentilah sedih.
Dengarkan sebuah berkah  jatuhkan bunga mereka di sekitar mu.
Rabb.

Coleman Barks

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: